tempat wisata di jakarta

15

Apr

2014

Pulau Semak Daun

Menyepi di sebuah pulau tak berpenghuni dengan hamparan pasir putih yang menggoda sungguh bisa menjadi obat yang tepat untuk melepas kepenatan setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Aroma udara laut dan ombak yang tenang menjadi sebuah kolaborasi yang sempurna untuk teman setia menikmati suasana pulau.  Pulau Semak Daun adalah salah satu pulau tak berpenghuni di Kepulauan Seribu. Pulau ini menawarkan berbagai kenyamanan untuk para pecinta wisata pantai yang ingin menenangkan diri.  Hamparan pasir yang lembut dan putih bersih menjadi mahkota yang berharga di Pulau Semak Daun. Banyaknya pohon semak daun yang tumbuh di pulau ini membuat pulau ini diberi nama Pulau Semak Daun. Dari namanya mungkin terdengar asing akan tempat indah ini. Sebuah nama memang tak luput dari kondisi ataupun keadaan di sebuah tempat. Pulau Semak Daun terletak di Kepulauan Seribu, sebelah utara Kota Jakarta dan termasuk ke dalam Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Sesuai dengan namanya, pulau ini hanya berupa semak-semak dan pepohonan. Namun pulau ini memiliki pantai yang landai, bersih dan berpasir halus. Sunrise pada pagi haripun dapat kita jumpai saat mata terbuka dari mimpi. Tapi jangan harap menemukan penginapan dan fasilitas yang memadai di pulau tak berpenghuni ini. Hanya tersedia fasilitas alami yang Tuhan ciptakan untuk kita nikmati. Camping merupakan

18

Feb

2014

Wisata Museum Fatahillah

Museum Fatahillah Dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia merupakan sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 2, Jakarta Barat dengan luas lebih 1.300 meter persegi. Gedung ini dahulu hanya sebuah Balai Kota Stadhuis : Bahasa Belanda yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah dari Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu mirip dengan Istana Dam yang terletak di Amsterdam Belanda, yang terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai sebuah kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai penjara. Dan pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah. Objek-objek yang dapat anda temukan di museum ini antara lain yaitu perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan Tarumanegara dan Pajajaran, hasil-hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 hingga 19, yang merupakan sebuah perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terletak di berbagai macam ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin. Terdapat juga berbagai macam koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan sekarang juga diletakkan sebuah patung Dewa Hermes (menurut