5

May

2014

Es Selendang Mayang

Daerah Jakarta khususnya betawi mempunyai beragam kuliner yang nikmat dan lezat. Salah satu jenis minuman dingin tradisional yang sangat terkenal di daerah Betawi adalah es selendang mayang. Dengan rasa yang manis, serta sedikit asin, dan akan semakin nikmat lagi ketika diberi serutan batu es. Akan tetapi es selendang mayang sebagai salah satu minuman dingin khas Betawi ini sudah jarang untuk kita jumpai.

Dari bentuk rupa es Selendang mayang akan banyak membuat orang penasaran bagaimana bentuk dan rupanya. Ketika dinikmati, campuran adonan dari sagu aren yang berkombinasi dengan rasa manis dari larutan gula aren dan kuah santan akan langsung terasa dilidah. Serta serutan batu es yang dicampurkan juga memberi sensasi segar ditenggorokan yang cocok sekali dinikmati saat cuaca panas. Dahulu warna dari adonan es selandang mayang hanya berupa merah dan putih. Akan tetapi kini sudah ditambahkan dengan warna hijau dari sari daun suji agar terdapat lebih banyak warna.

selendang mayang

Keunikan dari minuman khas Jakarta dingin ini yaitu penggunaan sebilah bambu untuk memotong-motong selendang mayangnya. Selanjutnya disajikan bersama dengan larutan gula aren, kuah santan serta serutan es batu. Berikut ini adalah resep dan cara pembuatan es selendang mayang.

Bahan :

  • 350 gr es serut
  • 250 ml air
  • 150 ml air daun suji (20 lembar daun suji dan 4 lembar daun pandan)
  • 50 gr tepung sagu
  • 50 gr tepung beras
  • 2 tetes pewarna hijau muda
  • 1/2 sdt garam

Bahan kinca:

  • 1 lembar daun pandan
  • 200 gr gula merah, sisir
  • 200 ml air

Bahan kuah santan:

  • 1/4 sdt garam
  • 2 lbr daun salam
  • 750 ml santan dari 1 butir kelapa

Cara membuat :

  1. Aduk rata air daun suji, air, tepung sagu, tepung beras, garam, dan pewarna hijau. Masak sampai meletup-letup. Angkat. Tuang ke loyang. Dinginkan. Potong-potong kotak.
  2. Rebus bahan kinca sampai matang dan kental.
  3. Rebus bahan kuah santan sampai mendidih dan matang.
  4. Sajikan selendang mayang dengan es serut, kinca, dan kuah santan.

About The Author

Thomas Audy

Leave a Reply