25

Apr

2014

Museum Joang 45

Sejatinya Museum Joang 45 ini dahulu merupakan sebuah hotel yang bernama Schomper 1 milik seorang pengusaha Belanda bernama LC Schomper. Hotel ini khusus diperuntukkan bagi pejabat Belanda, pengusahaa asing, dan pejabat pribumi. Namun, saat penjajahan Jepang, hotel ini diduduki oleh para pejuang muda Indonesia dan menjadikannya menjadi asrama sekaligus tempat pendidikan nasionalisme pemuda Indonesia. Di tempat ini, beberapa tokoh nasional dilibatkan untuk mendidik para pemuda tersebut.

Diantaranya Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Adam Malik, Chaerul Saleh, dan sejumlah tokoh lainnya.  Hotel Schomper 1 pun akhirnya diganti dengan nama Gedung Menteng 31, sesuai dengan alamatnya. Baru pada Agustus 1974, setelah melewati berbagai renovasi, Gedung Menteng 31 diresmikan sebagai Museum Joang 45 oleh Presiden Soeharto dan Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta saat itu.

museum joang

Penamaan Museum Joang 45 dilatarbelakangi oleh peranan tempat ini dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Museum ini juga dikenal dengan nama Gedung Joang 45. Koleksi yang terdapat di dalamnya pun seakan menggambarkan kembali bagaimana perjuangan bangsa Indonesia di masa lalu, terutama pada tahun 1945. Diantara koleksi bersejarah yang ada di museum ini terdapat foto-foto para pemuda yang terlibat dalam kegiatan di Gedung Menteng 31 pada masa lalu.

Bahkan, juga terdapat koleksi mobil dinas Presiden dan Wakil Presiden RI pertama yang dikenal dengan REP 1 dan REP 2. Fasilitas lainnya yang bisa dijumpai di tempat ini antara lain ruang pameran tetap dan temporer yang dilengkapi dengan pojok multimedia. Ada pula Sinema Joang 45, yakni sebuiah studio yang menayangkan film-film dokumenter perjuangan. Serta perpustakaan dengan beragam koleksi buku dan juga komik perjuanan untuk bacaan anak-anak. Museum ini dapat di jadikan salah satu objek wisata liburan di Jakarta.

About The Author

Thomas Audy

Leave a Reply