Monthly Archives: | April, 2014

25

Apr

2014

Wisata Belanja & Shopping Mall Di Jakarta

Selain mencicipi aneka kuliner yang terkenal kelezatannya, saat berlibur di Jakarta, Anda pun dapat menikmati kegiatan wisata belanja & shopping mall di Jakarta. Pilihan tempat, harga dan barangnya pun bermacam-macam. Bagi Anda yang ingin berburu barang-barang merek internasional dan merek ternama dengan anggaran yang tinggi, dapat mencari barang impian Anda di Grand Indonesia Shopping Mall atau di Pacific Place. Jika Anda sedang berada di Jakarta Selatan, segeralah menuju Pondok Indah Mall 1 dan 2, Plaza Senayan, dan Senayan City. Pilihan tempat belanja yang terkenal dengan merek-merek internasional lainnya adalah Mal Taman Anggrek, yang berada di daerah Slipi – Jakarta Barat. Mal ini merupakan salah satu kompleks mal terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai tempat untuk makan, belanja, nonton, sekedar kongkow ataupun olahraga. Salah satu arena olahraga dan juga merupakan hiburan yang menarik adalah ice skating-rink-nya. Sedangkan jika Anda pergi ke daerah Jakarta Utara, salah satu tempat belanja yang terkenal dengan merek-merek ternamanya adalah Mal Kelapa Gading (MKG). Anda mengoleksi barang elektronik baru, dengan harga yang lebih murah dibanding tempat-tempat yang lainnya? datang saja ke Glodok Plaza. Pusat perbelanjaan ini terkenal dengan pusat grosir barang elektronik. Anda ingin berburu komputer, laptop, dan aksesoris komputer lainnya, semuanya tersedia di Mangga Dua Mall. Sedangkan bagi Anda para penggemar gadget terbaru, jangan ragu lagi, segera kunjungi ITC Roxy Square. Pusat perbelanjaan

25

Apr

2014

Museum Joang 45

Sejatinya Museum Joang 45 ini dahulu merupakan sebuah hotel yang bernama Schomper 1 milik seorang pengusaha Belanda bernama LC Schomper. Hotel ini khusus diperuntukkan bagi pejabat Belanda, pengusahaa asing, dan pejabat pribumi. Namun, saat penjajahan Jepang, hotel ini diduduki oleh para pejuang muda Indonesia dan menjadikannya menjadi asrama sekaligus tempat pendidikan nasionalisme pemuda Indonesia. Di tempat ini, beberapa tokoh nasional dilibatkan untuk mendidik para pemuda tersebut. Diantaranya Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Adam Malik, Chaerul Saleh, dan sejumlah tokoh lainnya.  Hotel Schomper 1 pun akhirnya diganti dengan nama Gedung Menteng 31, sesuai dengan alamatnya. Baru pada Agustus 1974, setelah melewati berbagai renovasi, Gedung Menteng 31 diresmikan sebagai Museum Joang 45 oleh Presiden Soeharto dan Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta saat itu. Penamaan Museum Joang 45 dilatarbelakangi oleh peranan tempat ini dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Museum ini juga dikenal dengan nama Gedung Joang 45. Koleksi yang terdapat di dalamnya pun seakan menggambarkan kembali bagaimana perjuangan bangsa Indonesia di masa lalu, terutama pada tahun 1945. Diantara koleksi bersejarah yang ada di museum ini terdapat foto-foto para pemuda yang terlibat dalam kegiatan di Gedung Menteng 31 pada masa lalu. Bahkan, juga terdapat koleksi mobil dinas Presiden dan Wakil Presiden RI pertama yang dikenal dengan

15

Apr

2014

Pulau Pari

Gugusan pulau yang indah dan menawan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kepulauan Seribu yang terletak di utara Jakarta. Saat ini, pesona pulau-pulau di wilayah tersebut kian dikembangkan menjadi tempat-tempat pariwisata baru yang tentunya akan melepaskan kepenatan Anda, apalagi yang tinggal dan bekerja di ibukota. Kepulauan Seribu terkenal sebagai destinasi wisata pantai yang elok bagi orang-orang yang suka berpergian (traveller). Dari sekian banyak pulau yang ada, Pulau Pari bisa menghipnotis pengunjung dengan keindahan pantainya. Banyak pengunjung yang datang ke pulau ini karena mudah dijangkau dari pelabuhan-pelabuhan di Jakarta. Salah satu objek wisata yang menjadi favorit adalah Pantai Pasir Perawan. Keunikan yang dimiliki pulau ini berupa cekungan yang mampu menampung serapan air hujan yang jatuh ke permukaan. Akibatnya, air di pulau ini menjadi air tawar, tidak seperti pulau lainnya yang bersandar terbaik, berupa air payau. Cekungan tersebut berdampak pada beragamnya vegetasi di pulau ini, seperti pohon pisang, pinus, cemara, naga, mangga, jambu air, palem, srikaya, jamblang, san petai cina. Vegetasi tersebut jelas bukan termasuk vegetasi wilayah pesisir, tetapi tumbuh dengan baik di Pulau Pari. Dengan luas sekitar 43 hektar, Pulau Pari dihuni oleh 700 orang penduduk, tidak terlalu ramai dari pulau-pulau lainnya. Disebut Pari, karena jika dilihat dari foto udara, pulau ini

15

Apr

2014

Pulau Semak Daun

Menyepi di sebuah pulau tak berpenghuni dengan hamparan pasir putih yang menggoda sungguh bisa menjadi obat yang tepat untuk melepas kepenatan setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Aroma udara laut dan ombak yang tenang menjadi sebuah kolaborasi yang sempurna untuk teman setia menikmati suasana pulau.  Pulau Semak Daun adalah salah satu pulau tak berpenghuni di Kepulauan Seribu. Pulau ini menawarkan berbagai kenyamanan untuk para pecinta wisata pantai yang ingin menenangkan diri.  Hamparan pasir yang lembut dan putih bersih menjadi mahkota yang berharga di Pulau Semak Daun. Banyaknya pohon semak daun yang tumbuh di pulau ini membuat pulau ini diberi nama Pulau Semak Daun. Dari namanya mungkin terdengar asing akan tempat indah ini. Sebuah nama memang tak luput dari kondisi ataupun keadaan di sebuah tempat. Pulau Semak Daun terletak di Kepulauan Seribu, sebelah utara Kota Jakarta dan termasuk ke dalam Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Sesuai dengan namanya, pulau ini hanya berupa semak-semak dan pepohonan. Namun pulau ini memiliki pantai yang landai, bersih dan berpasir halus. Sunrise pada pagi haripun dapat kita jumpai saat mata terbuka dari mimpi. Tapi jangan harap menemukan penginapan dan fasilitas yang memadai di pulau tak berpenghuni ini. Hanya tersedia fasilitas alami yang Tuhan ciptakan untuk kita nikmati. Camping merupakan

4

Apr

2014

Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda terletak di jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat. Di gedung inilah Kongres Pemuda II digelar dan Sumpah Pemuda yang bersejarah itu dideklarasikan pada 28 Oktober 1928 lalu. Tahun 1927, organisasi Pemuda Indonesia didirkan. Gedung Kramat 106 yang semula bernama Langen Siswo diberi nama Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw. Pada tahun 1928, Gedung Kramat 106 dijadikan tempat Kongres Pemuda Kedua yang melahirkan Sumpah Pemuda. Bangunan ini pada awalnya merupakan rumah pribadi Sie Kong Liong. Pada awal abad ke-20, bangunan ini juga digunakan sebagai tempat latihan kesenian dan diskusi politik. Barulah ada September 1926 dibentuk Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI) sekaligus menjadi kantor PPPI dan redaksi majalah PPPI. Mulai dari situlah tempat ini dijadikan tempat kongres berbagai organisasi pemuda. Asal mula pembentukan organisasi-organisasi pemuda, seperti Tri Koro Darmo, Jong Sumatrenen Bonds, Jong Minahasa, Jong Ambon, hingga PPPI, diawali dengan pendirian Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 sebagai titik awal kebangkitan bangsa Indonesia. Mengingat pentingnya gedung tersebut untuk sejarah Sumpah Pemuda, maka Pemda DKI Jakarta menetapkan Gedung Kramat 106 sebagai benda cagar budaya. Setelah dipugar, Gedung Kramat 106 dijadikan museum. Namanya Gedung Sumpah Pemuda. Museum ini diresmikan pada tanggal 20 Mei 1973 oleh Presiden Soeharto. Tanggal 7 Februari 1983, Gedung Sumpah Pemuda

4

Apr

2014

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Terletak di di Jalan Imam Bonjol No 1, Jakarta Pusat, Museum Perumusan Naskah Proklamasi didirikan sekitar tahun 1920 dengan arsitektur Eropa. Gedung ini dulunya sempat berubah fungsi menjadi British Council General, hingga saat Jepang menduduki Indonesia. Pada masa Pendudukan Jepang, gedung ini menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang. Setelah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, gedung ini tetap menjadi tempat tinggal Laksamana Muda Tadashi Maeda, sampai Sekutu mendarat di Indonesia, September 1945. Setelah kekalahan Jepang gedung ini menjadi Markas Tentara Inggris. Gedung ini menjadi sangat penting artinya bagi bangsa Indonesia, karena pada 16 – 17 Agustus 1945 terjadi peristiwa sejarah, yaitu perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia. Rumah yang kini menjelma menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi ini adalah saksi sejarah dari lahirnya naskah proklamasi, mulai dari persiapan, perumusan naskah, pengetikan, hingga pengesahan dan penandatangan naskah. Pada 1984, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Nugroho Notosusanto, menginstruksikan kepada Direktorat Permuseuman agar merealisasi gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Pada tahun 2002, pengurusan Museum Perumusan Naskah Proklamasi berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari, kecuali Senin dan hari-hari besar. Pengelola museum