25

Feb

2014

Museum Bahari Jakarta

Museum Bahari ini menyimpan banyak sekali koleksi yang bertemakan Bahari, sesuai namanya. Disini Anda bisa menemukan berbagai macam koleksi benda yang ada hubungannya dengan kebaharian dan kenelayanan di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke yang lokasinya berada di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa. Museum ini masih termasuk dalam salah satu dari delapan museum yang lokasinya berada di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan Permuseuman Propinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta.

Sejarah museum Bahari ini, pada masa Belanda di Indonesia, bangunan ini dahulunya merupakan sebuah gudang yang fungsinya untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti halnya rempah-rempah yang menjadi komoditi utama VOC dan sangat laris di dalam pasaran Eropa.

bahari museum

Pada masa Jepang di Indonesia, gedung-gedung ini digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang logistik yang dimiliki oleh tentara Jepang. Kemudian setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini kemudian dipakai oleh PLN dan PTT untuk dijadikan gudang. Pada tahun 1976, bangunan cagar budaya ini kemudian dipugar kembali, dan pada 7 Juli 1977 telah diresmikan sebagai sebuah Museum Bahari.

Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan bermacam bentuk, gaya dan ragam hias, sampai dengan kapal pada zaman VOC. Selain itu disini juga ada berbagai model dan miniatur dari kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Juga berbagai macam peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa dulu seperti halnya alat navigasi, teropong, jangkar, meriam dan model mercusuar.

Museum Bahari juga menampilkan berbagai macam koleksi biota laut, seperti data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan bermacam perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan di Nusantara. Museum ini menampilkan matra TNI AL, maket Pulau Onrust, koleksi kartografi, tokoh-tokoh maritim Nusantara dan juga perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.

About The Author

Thomas Audy

Leave a Reply